Jenis Marbling
Suminagashi
Teknik ini berasal dari Negara Jepang dan dianggap sebagai
marbling tertua sebagai seni utama Jepang sejak zaman kuno.
Awalnya suminagashi digunakan sebagai latar belakang kaligrafi
bangsawan. Suminagashi artinya tinta mengambang karena tinta
dijatuhkan dipermukaan air kemudian tinta tersebut ditiup perlahan
hingga membuat pola cincin yang khas. Suminagashi dibuat dengan
menggunakan dua kuas yaitu satu untuk warna tinta sumi-e dan
satu untuk dispersan yang masing-masing dicelupkan secara
bergantian. Dengan metode tersebut membuat bentuk tinta yang
konsentris dan dapat ditransferkan pada kertas di atasnya.
Ebru
Kate Brett (2021: 36) menyebutkan bahwa Turki merupakan negara
dengan teknik marbling yang banyak berkembang. Di negara ini
marbling disebut dengan ebru, yang diartikan sebagai awan. Sejak
abad keenam belas marbling sudah dibuat di Turki. Ebru merupakan
teknik yang menjadi tradisi yang diwarisi dari generasi ke generasi.
Resep dan pengetahuan menggunakan teknik ini dapat digunakan
serta dikembangkan dengan baik di Turki. Motif yang menjadi ciri
khas dari Ebru adalah bunga dan burung.
Marbling Eropa
Perkembangan marbling di Eropa pertama kali terjadi di Jerman dan
Prancis. Perkembangan di Prancis terjadi dari awal hingga akhir
1600-an, yang awalnya digunakan untuk penjilidan buku. Pola yang
paling awal digunakan adalah pola sisir yang sangat halus dibuat
pada lembaran kertas kecil yang diimpor ke Inggris pada tahun
1600-an dan seterusnya. Kate Brett (2021: 1992-342) menyebutkan
terdapat beberapa jenis marbling yang berkembang di Eropa. Berikut
jenis marbling tersebut, yaitu: Spanish Wave; Antique Spot atau
Turkish; Stormont dan Gloster; Shell French; Old Dutch; French Curls;
Moire; Italian; Tiger’s Eye; Combed patterns; Nin-Pareil; Peacock and
Bouqyet; Modern Combed Patterns; dan Double Marbling.
Referensi:
- Brett, K. (2021). Making Traditional Marbled Papers. The Crowood Press.
