Tahap Persiapan

Mordanting

  1. Siapkan bahan utama yaitu kain kanvas dan mori primissima.
  2. Siapkan tawas, TRO, dan soda abu.
  3. Rendam kain dalam TRO selam 10 menit.
  4. Larutkan tawas dan didihkan.
  5. Masukan kain yang telah direndam TRO dan soda abu.
  6. Rebus kain sambil tetap aduk selama 1 jam.
  7. Diamkan kain dalam rendaman selama 24 jam.
  8. Bilas kain lalu keringkan dengan cara diangin anginkan.

 

Ekstraksi

Teknik ekstraksi yang digunakan adalah maserasi untuk zat pewarna secang kulit pohon tingi, kulit pohon mahoni, sabut kelapa tua, dan kulit manggis. Dilakukan dengan cara:

  1. Siapkan bahan dan air dengan perbandingan 1:3.
  2. Rendam selama 24 jam pada suhu ruang.
  3. Rebus sampai air menyusut hingga 1/2 atau mencapai konsistensi tertentu.
  4. Saring dan dinginkan.

Sedangkan bunga telang diekstraksi dengan cara direbus sampai air menyusut setengahnya, dinginkan, lalu diperas menggunakan kain. Kunyit, ubi jalar ungu, dan daun suji diekstraksi dengan cara diparut atau ditumbuk hingga halus kemudian diperas menggunakan kain.

 

Pembuatan Media Marbling

Media marbling dibuat dari tepung tapioka yang dimasak menggunakan air hingga mengental. Perbandingan yang digunakan adalah 1:50, ukuran luas bak menyesuaikan luas bahan yang digunakan. Bak diisi hingga gel tapioka mencapai 3-4 cm dari dasar bak.

 

Tahap Marbling


 

1. Meneteskan pewarna pada media marbling menggunakan alat tetes atau sendok, secara acak namun merata.

 

 

2. Membuat motif marbling dengan menggunakan tusuk sate. Motif yang dibuat adalah motif non-pareil atau feather, dibuat dengan cara menarik tusuk sate dari satu sisi ke sisi yang lainnya secara vertikal satu arah, kemudian diulagi pada sela-sela garis sebelumnya dengan arah yang berlawanan.

 

 

3. Letakkan kain secara perlahan dan pastikan seluruh permukaan kain menyentuh media marbling, dengan cara ditepuk tepuk perlahan. Tunggu selama kurang lebih lima menit untuk zat pewarna terserap dengan baik pada serat kain.

 

 

4. Hilangkan gel tapioka yang ada di permukaan kain menggunakan penggaris hingga bersih.

 

5. Keringkan kain yang telah melalui proses marbling dengan cara diangin-anginkan di tempat yang teduh selama kurang lebih 5-7 hari, hingga zat pewarna benar-benar melekat dengan baik pada permukaan kain. Selanjutnya bilas, kemudian kain siap untuk dilanjutkan pada proses fiksasi.

 

Tahap Fiksasi

  1. Siapkan bahan fiksasi yaitu tawas 70gr/L, tunjung 20gr/L, dan kapur 50gr/L.
  2. Larutkan bahan fiksasi dengan menggunakan air.
  3. Diamkan selama 24 jam hingga mengendap.
  4. Ambil air hasil endapan untuk fiksasi.
  5. Rendam selama lima menit kain pada masing-masing zat fiksasi.
  6. Bilas tanpa dikucek dan diperas.
  7. Keringan dengan cara diangin-anginkan ditempat yang teduh.

 


Konsep

Penggunaan pewarna alam pada teknik marbling yang diterapkan pada tekstil merupakan inovasi yang diwujudkan melalui adaptasi material marbling. Pewarna alam yang digunakan pada inovasi ini adalah kunyit, secang, tingi, bunga telang, kulit pohom mahoni, daun suji, ubi ungu, sabut kelapa, dan kulit manggis yang diterapkan pada kain dari serat alam yaitu kanvas dan mori primissima.

Read More

YOU MAY ALSO LIKE


Want to learn more?

If you have any questions about marbling or you need more information feel free to contact us.

fadilahrahmadani.2021@student.uny.ac.id